Wagub Bali Ajak Anak Muda Berkarya Tanpa Tinggalkan Budaya
Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian budaya. Dalam berbagai kesempatan, ia tidak pernah lelah mengingatkan generasi muda Bali agar terus berkreativitas, berinovasi, dan berkarya, namun tetap berpijak kuat pada akar budaya yang menjadi identitas Pulau Dewata.
Pesan tersebut kembali ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam rangkaian upacara Melaspas Kantor Perbekel Patemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Menurutnya, Bali bukan hanya dikenal sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki budaya adiluhung yang diwariskan secara turun-temurun. Budaya inilah yang harus terus dijaga dan dirawat oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda.
“Kita lahir dan besar di Bali yang merupakan daerah dengan budaya yang kuat. Oleh karena itu, menjadi kewajiban kita semua untuk bersama-sama menjaga akar budaya daerah kelahiran yang kita miliki,” ungkap Giri Prasta. Ia menekankan bahwa modernisasi dan kemajuan zaman tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan nilai-nilai lokal yang telah membentuk karakter masyarakat Bali selama berabad-abad.
Generasi Muda sebagai Penjaga Masa Depan Budaya Bali
Dalam pandangan Giri Prasta, generasi muda memiliki peran strategis sebagai penjaga masa depan Bali. Di tangan merekalah keberlanjutan budaya, adat istiadat, dan nilai kearifan lokal ditentukan. Ia mengingatkan bahwa derasnya arus globalisasi dan pengaruh budaya asing harus disikapi dengan bijak, bukan ditolak sepenuhnya, tetapi disaring agar tidak menggerus identitas lokal.
“Sekalipun kita menjadi salah satu destinasi pariwisata dunia, kita tidak boleh melupakan dan meninggalkan budaya lokal kita. Karena jika bukan kita yang menjaga, lalu siapa lagi,” tegasnya. Pesan ini menjadi refleksi penting bahwa kekuatan Bali justru terletak pada kemampuannya menjaga tradisi di tengah keterbukaan global.
Menurut Wagub Bali, kreativitas generasi muda tidak harus bertentangan dengan budaya. Justru sebaliknya, budaya Bali dapat menjadi sumber inspirasi yang tak terbatas untuk melahirkan karya-karya baru di bidang seni, ekonomi kreatif, hingga pariwisata berbasis budaya. Dengan demikian, generasi muda dapat maju secara ekonomi dan intelektual tanpa kehilangan jati diri.
Buleleng Maju Tanpa Kehilangan Identitas
Dalam sambutannya, Giri Prasta juga menyinggung pentingnya pembangunan daerah yang berimbang. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Buleleng boleh dan harus maju, baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, maupun kualitas sumber daya manusia. Namun, kemajuan tersebut tidak boleh mengorbankan nilai-nilai budaya yang telah mengakar kuat di masyarakat.
Ia mengingatkan agar pembangunan yang dilakukan di wilayah Bali Utara tetap selaras dengan adat dan tradisi setempat. Pembangunan yang tidak berlandaskan kearifan lokal dikhawatirkan justru akan menimbulkan ketimpangan sosial dan menggerus harmoni kehidupan masyarakat.
Selain itu, Giri Prasta menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pembangunan desa. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga dan memperkuat pondasi kehidupan sosial di desa.
Pentingnya Tata Kelola dan Administrasi yang Tertib
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Bali juga memberikan pesan penting terkait tata kelola pembangunan desa. Ia mengingatkan agar setiap pembangunan yang dilakukan oleh desa atau wilayah tertentu harus disertai dengan prosedur administrasi yang benar dan sesuai ketentuan. Hal ini penting sebagai bentuk pertanggungjawaban, baik kepada masyarakat maupun kepada pemerintah.
Pesan ini disampaikan seiring dengan penyaluran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ke Desa Patemon. Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai pembangunan fisik, seperti renovasi wantilan desa, kantor LPD, tembok penyengker, hingga pintu gerbang desa. Selain itu, dana BKK juga digunakan untuk mendukung pelaksanaan upacara Melaspas, yang memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi masyarakat setempat.
Menurut Giri Prasta, tertib administrasi bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi penting untuk menciptakan pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Dengan tata kelola yang baik, pembangunan desa dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Apresiasi Desa Patemon atas Dukungan Pemprov Bali
Perbekel Desa Patemon, Made Selamat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Menurutnya, bantuan BKK yang disalurkan tidak hanya membantu pembangunan fisik desa, tetapi juga mendukung pelaksanaan upacara adat yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bali.
Ia menilai, dukungan tersebut memiliki makna yang sangat mendalam bagi warga Desa Patemon. Renovasi fasilitas desa yang diiringi dengan upacara Melaspas mencerminkan keseimbangan antara pembangunan sekala (fisik) dan niskala (spiritual), yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Bali.
“Ini menunjukkan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kepentingan adat dan budaya masyarakat,” ujarnya. Ia berharap, hasil pembangunan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga dan memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial dan ekonomi desa.
Merawat Kearifan Lokal di Tengah Perubahan Zaman
Pesan yang disampaikan Wakil Gubernur Bali dalam acara tersebut mencerminkan visi besar Pemerintah Provinsi Bali dalam merawat kearifan lokal di tengah perubahan zaman. Budaya Bali tidak diposisikan sebagai penghambat kemajuan, melainkan sebagai fondasi yang memperkuat arah pembangunan.
Giri Prasta menilai, nilai-nilai seperti gotong royong, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab sosial yang tertanam dalam budaya Bali justru sangat relevan untuk menjawab tantangan modern. Nilai-nilai ini dapat menjadi penyeimbang di tengah kompetisi global yang semakin ketat dan individualistik.
Dengan melibatkan generasi muda sebagai agen perubahan, ia optimistis Bali dapat terus maju tanpa kehilangan identitas. Generasi muda diharapkan mampu menjadi jembatan antara tradisi dan inovasi, sehingga budaya Bali tetap hidup, dinamis, dan relevan bagi generasi mendatang.
Membangun Bali dengan Karakter dan Jati Diri
Di akhir pesannya, Wakil Gubernur Bali kembali menegaskan bahwa menjaga budaya adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, dan generasi muda harus berjalan seiring untuk membangun Bali yang maju secara ekonomi, kuat secara sosial, dan kokoh secara budaya.
Upacara Melaspas Kantor Perbekel Patemon menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan fisik dapat berjalan harmonis dengan pelestarian nilai-nilai adat. Melalui pendekatan seperti inilah, Bali diharapkan mampu mempertahankan jati diri sekaligus menjawab tuntutan zaman.
Pesan Giri Prasta tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan sejati bukan hanya diukur dari megahnya infrastruktur atau tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan suatu daerah menjaga akar budaya dan karakter masyarakatnya. Dengan semangat berkarya tanpa meninggalkan budaya, generasi muda Bali diharapkan mampu membawa Pulau Dewata menuju masa depan yang berkelanjutan dan bermartabat.
Baca Juga : OJK Perkuat Keamanan Digital BPR dan BPR Syariah
Cek Juga Artikel Dari Platform : beritagram

