OJK Perkuat Keamanan Digital BPR dan BPR Syariah

Otoritas Jasa Keuangan kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi digital sektor perbankan nasional, khususnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPR Syariah). Upaya tersebut diwujudkan melalui penerbitan ketentuan baru terkait penyelenggaraan teknologi informasi (TI) yang dirancang untuk meningkatkan keamanan digital, tata kelola, serta ketahanan siber industri BPR/BPR Syariah di tengah pesatnya akselerasi digital.

Kebijakan ini tertuang dalam POJK Nomor 34 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh BPR dan BPR Syariah, yang dilengkapi dengan ketentuan pelaksana berupa Peraturan Anggota Dewan Komisioner Nomor 43/PADK.03/2025. Regulasi tersebut menjadi bagian penting dari implementasi Pilar 2 Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR dan BPR Syariah 2024–2027 yang berfokus pada transformasi digital dan penguatan infrastruktur teknologi.

Sebagai otoritas pengawas sektor jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan menilai bahwa transformasi digital di BPR dan BPR Syariah harus diiringi dengan peningkatan standar keamanan dan tata kelola TI agar risiko siber dapat dikendalikan secara menyeluruh.


Menjawab Tantangan Digitalisasi BPR dan BPR Syariah

Dalam beberapa tahun terakhir, BPR dan BPR Syariah semakin terdorong untuk mengadopsi layanan berbasis digital, mulai dari sistem core banking, layanan pembayaran, hingga kerja sama dengan pihak ketiga penyedia teknologi. Digitalisasi ini membuka peluang efisiensi dan perluasan layanan, namun di sisi lain juga meningkatkan eksposur terhadap risiko teknologi dan serangan siber.

OJK memandang bahwa tanpa kerangka pengaturan yang kuat, transformasi digital berpotensi menimbulkan kerentanan serius, baik terhadap keberlangsungan usaha bank maupun perlindungan data nasabah. Oleh karena itu, ketentuan baru ini dirancang untuk memastikan agar digitalisasi berjalan secara sehat, aman, dan berkelanjutan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa penerbitan POJK dan PADK ini bertujuan menciptakan lingkungan penyelenggaraan TI yang optimal bagi BPR dan BPR Syariah. Lingkungan tersebut mencakup keseimbangan antara aspek sumber daya manusia (people), proses bisnis (process), dan teknologi (technology), serta penerapan tata kelola yang baik.


Penguatan Tata Kelola dan Manajemen Risiko TI

Salah satu fokus utama dalam ketentuan ini adalah penguatan tata kelola TI. OJK mewajibkan BPR dan BPR Syariah untuk menetapkan dengan jelas wewenang dan tanggung jawab Direksi serta Dewan Komisaris dalam penyelenggaraan teknologi informasi. Dengan demikian, pengambilan keputusan terkait TI tidak lagi bersifat teknis semata, tetapi menjadi bagian integral dari strategi dan pengawasan manajemen puncak.

Selain tata kelola, regulasi ini juga menekankan pentingnya manajemen risiko TI. BPR dan BPR Syariah diwajibkan memiliki kerangka pengelolaan risiko yang mencakup pengamanan informasi, pengelolaan kerja sama dengan Penyedia Jasa Teknologi Informasi (PJTI), hingga kepemilikan Rencana Pemulihan Bencana atau Disaster Recovery Plan (DRP).

Keberadaan DRP menjadi krusial untuk memastikan kelangsungan operasional bank apabila terjadi gangguan sistem, bencana alam, atau serangan siber. Dengan rencana pemulihan yang teruji, risiko kerugian operasional dan gangguan layanan kepada nasabah dapat diminimalkan.


Perlindungan Data dan Ketahanan Siber

Di era konektivitas tinggi, perlindungan data dan keamanan siber menjadi isu strategis. Ketentuan baru OJK mengharuskan BPR dan BPR Syariah untuk memperkuat pengelolaan data serta perlindungan data pribadi nasabah dalam seluruh proses TI. Hal ini sejalan dengan meningkatnya risiko kebocoran data dan penyalahgunaan informasi di sektor keuangan.

Regulasi ini juga mengatur ketahanan dan keamanan siber sebagai respons atas semakin intensnya integrasi sistem BPR/BPR Syariah dengan pihak ketiga, termasuk fintech dan vendor teknologi. OJK menilai bahwa keterhubungan sistem yang luas tanpa pengamanan memadai dapat menjadi celah bagi serangan siber yang berdampak sistemik.

Untuk itu, BPR dan BPR Syariah didorong agar memiliki kemampuan deteksi dini, respons cepat, serta mekanisme penanganan insiden siber yang terstruktur. Pendekatan ini tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif melalui penguatan kontrol dan pengawasan internal.


Penempatan Sistem Elektronik di Dalam Negeri

Aspek penting lainnya dalam ketentuan ini adalah kewajiban penempatan sistem elektronik BPR dan BPR Syariah pada pusat data (data center) dan pusat pemulihan bencana (disaster recovery center) yang berada di wilayah Indonesia. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kedaulatan data serta memudahkan pengawasan oleh otoritas.

Dengan penempatan sistem di dalam negeri, OJK dapat memastikan bahwa data perbankan nasional berada dalam yurisdiksi hukum Indonesia, sehingga risiko hukum dan operasional akibat ketergantungan pada infrastruktur luar negeri dapat ditekan.


Prinsip Kehati-hatian dan Perlindungan Nasabah

OJK juga menekankan bahwa seluruh pengembangan sistem TI oleh BPR dan BPR Syariah, baik yang dilakukan secara mandiri maupun melalui vendor, harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Pengembangan TI tidak boleh membahayakan kesehatan keuangan bank maupun menurunkan tingkat perlindungan nasabah.

Menurut Dian Ediana Rae, perlindungan nasabah harus menjadi prinsip utama dalam setiap inisiatif digital. Sistem yang aman dan andal tidak hanya melindungi bank dari risiko kerugian, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri BPR dan BPR Syariah.


Masa Transisi dan Pencabutan Aturan Lama

Ketentuan penyelenggaraan TI ini akan mulai berlaku satu tahun sejak tanggal diundangkan. Masa transisi tersebut diberikan agar BPR dan BPR Syariah memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian, baik dari sisi kebijakan internal, infrastruktur teknologi, maupun peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Dengan berlakunya POJK dan PADK baru ini, OJK secara resmi mencabut Peraturan OJK Nomor 75/POJK.03/2016 serta Surat Edaran OJK Nomor 15/SEOJK.03/2017 yang sebelumnya mengatur standar penyelenggaraan TI bagi BPR dan BPR Syariah. Regulasi baru ini dinilai lebih relevan dengan tantangan digital dan risiko siber terkini.


Menuju BPR dan BPR Syariah yang Tangguh Digital

Penerbitan ketentuan penyelenggaraan TI ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi digital BPR dan BPR Syariah. OJK tidak hanya mendorong digitalisasi demi efisiensi, tetapi juga memastikan bahwa transformasi tersebut berjalan dengan fondasi keamanan dan tata kelola yang kuat.

Ke depan, diharapkan BPR dan BPR Syariah mampu memanfaatkan teknologi secara optimal untuk meningkatkan daya saing, memperluas inklusi keuangan, dan memberikan layanan yang aman bagi masyarakat. Dengan regulasi yang adaptif dan berorientasi pada perlindungan, sektor BPR/BPR Syariah diharapkan semakin tangguh menghadapi risiko digital sekaligus siap bersaing di era perbankan modern.

Baca Juga : Gen Z Dominasi Pertumbuhan Tabungan Emas Pegadaian

Cek Juga Artikel Dari Platform : faktagosip

You may also like...

beritabandar rumahjurnal radarbandung podiumnews dailyinfo wikiberita musicpromote bengkelpintar liburanyuk jelajah hijau carimobilindonesia pesta nada suara irama dapur kuliner makan enak rasa makanan zona musik top jalan jalan indonesia otomotif motor indo ngobrol olahraga radarjawa medianews beritabumi kabarsantai outfit faktagosip beritagram mabarinfowarkopketapangnewslagupopulerseputardigital updatecepatmarihidupsehatbaliutamahotviralnews cctvjalananberitajalanberitapembangunanpontianaknews monitorberita koronovirus museros iklanjualbeli festajunina capoeiravadiacao georgegordonfirstnation 1reservoir revisednews london-bridgessultaniyyaphdibantenberitabmkgberitakejagung beritasatugilabola
Analisis Retensi Volatilitas Dan Pola Distribusi pada Ekosistem Multidimensi Transisi Fase Algoritmik: Kapan Waktu Optimal Menghadapi Fluktuasi RNG Tingkat Tinggi? Hipotesis Momentum Sebagai Validasi Empiris Terhadap Rotasi Pola Kemenangan Beruntun Dekonstruksi Simbol Cascade Terhadap Efisiensi Transformasi Sesi Bermain Jangka Panjang Metrik Kinerja Sistem Multilapis: Pengaruh Pengganda Bertingkat Terhadap Stabilitas Ekuitas Pemain Optimalisasi Strategi Pengendalian Varian Formula Permainan Menembus Limit Algoritma Baru Sinkronisasi frekuensi Pola Dinamis Mengubah Strategi Saat Algoritma Game Melakukan Refresh Teknik Sistematis Harmonisasi Pola dan Strategi Bermain Menghadapi Volatilitas Tinggi Penyesuaian Struktural Pada Dinamika Sistem Terintegrasi Untuk Mengubah Hasil Akhir Secara Signifikan Observasi Jangka Panjang Pola Olympus Menemukan Ritme Stabil Yang Menjadi Kunci Efisiensi Identifikasi Siklus Rotasi Server Olympus Memberikan Data Pola Scatter Yang Lebih Akurat Memanfaatkan Fitur Scatter Merah Untuk Mendeteksi Pergeseran Pola Pada Sistem Permainan Terbaru Optimasi Game Online : Kalibrasi Ulang Ekspektasi Nilai (Ev) Berbasis Data Real-Time Pengaruh Latensi Lucky Necko Terhadap Distribusi Hasil Akhir Melalui Metrik Presisi Strategi Adaptasi Baru: Merespon Perubahan Parameter Pola Pasca-Maintenance Sistem Memahami Mekanisme Interaksi Pola Melalui Pendekatan Analisa Visual Gates of Olympus 1000 Korelasi Waktu Dan Distribusi Sistem Mengungkap Potensi Stabilitas Pada Game Terbaru Strategi Mitigasi Risiko Pada Fase Volatilitas Rendah Menuntut Pemahaman Dinamika System Multidimensi Teori Probabilitas Bayesian Dalam Eksekusi: Menyesuaikan Keputusan Berdasarkan Hasil Sebelumnya Manajemen Likuiditas Sesi: Pendekatan Teori Permainan Dalam Memaksimalkan Utilitas Marginal Diam-Diam Banyak Dipakai, Cara Ini Bikin Mahjong Ways 2 PG Soft Lebih Mudah Dipahami Lagi Ramai Dibahas Pola Mahjong Ways 2 PG Soft Ini Ternyata Lebih Sederhana dari yang Dikira Tanpa Disadari, Banyak Pemain Sudah Pakai Cara Ini untuk Memahami Mahjong Ways 2 PG Soft Pendekatan Sederhana Ini Diam-Diam Membantu Memahami Mahjong Ways 2 PG Soft Lebih Jelas Mulai Terlihat Polanya, Cara Bermain Mahjong Ways 2 PG Soft Kini Lebih Mudah Dipahami Implementasi Neural Network dalam Live Blackjack untuk Membaca Variasi Gameplay Modern dengan Lebih Adaptif Neural Network dan Live Blackjack Jadi Pendekatan Baru untuk Menginterpretasi Pola Gameplay Modern Bukan Sekadar Permainan Live Blackjack Kini Dianalisis dengan Pendekatan Cerdas Saat Live Blackjack Tak Lagi Sekadar Tebakan, Neural Network Mulai Ambil Peran Analisis Live Blackjack Modern dengan Implementasi Neural Network untuk Menginterpretasi Pola Permainan Lagi Ramai Dibahas, Mahjong Ways 2 Kini Lebih Mudah Dipahami Lewat RTP Live Terbaru Tanpa Banyak yang Sadar, RTP Live Ini Bantu Pemain Memahami Mahjong Ways 2 Lebih Dalam Ternyata Ini Kunci Memahami Mahjong Ways 2 yang Mulai Banyak Dipakai Pemain Baru Diam-Diam Berubah, Mahjong Ways 2 Kini Punya Pola yang Lebih Mudah Dibaca Banyak yang Baru Sadar, Cara Memahami Mahjong Ways 2 Ini Lebih Efektif dari Sebelumnya Studi Baru Ungkap Cara Memahami Performa Slot Online dengan Pendekatan Dinamis yang Lebih Terarah Banyak yang Mulai Menggunakan Pendekatan Ini untuk Membaca Performa Slot Online Secara Lebih Akurat Diam-Diam Berkembang, Studi Dinamis Slot Online Ini Bantu Memahami Sistem Lebih Dalam Pendekatan Dinamis dalam Slot Online Kini Jadi Cara Baru Membaca Performa Sistem Mulai Terlihat Polanya, Studi Slot Online Ini Mengungkap Performa Sistem yang Lebih Terarah Dekonstruksi Algoritma Anti-Fraktur: Stabilisasi Pola Payout Di Tengah Fluktuasi Server Rekalibrasi Portofolio Sesi: Mengelola Drawdown Pada Ekosistem Game Bervolatilitas Ekstrem Metrik Ketahanan Ekuitas: Pemetaan Titik Henti Optimal Pada Kurva Volatilitas Multidimensi Kalibrasi Modul Gates of Olympus: Mengurai Sensitivitas Parameter Fitur Tumble Tingkat Lanjut Heuristik Pengambilan Keputusan: Menghindari Bias Kognitif Saat Menghadapi Fluktuasi Algoritmik Teori Chaos Dalam Ekosistem Game: Menemukan Keteraturan Pada Fase Rotasi Seed Acak Hedging Strategis Pada Siklus Varian Tinggi: Pendekatan Algoritmik Untuk Proteksi Modal Aktif Dekonstruksi Mekanisme Scatter Hijau Vs Scatter Merah: Analisis Varians Pada Fase Transisi Bonus Analisis Pola Perilaku Adaptif: Menyinkronkan Taktik Manual Dengan Skrip Otomasi Server Optimalisasi Alur Kerja Pengguna: Menggabungkan Intuisi Visual Dengan Data Probabilitas Kuantitatif Analisis Regresi Linier Terhadap Frekuensi Trigger Pada Sistem Probabilitas Dinamis Evaluasi Kinerja Algoritma Pseudo-Random Menggunakan Metrik Varians Berkelanjutan Manajemen Likuiditas Dinamis Berdasarkan Pemantauan Tingkat Pengembalian (RTP) Secara Real-Time Pemetaan Algoritma Perkalian Kumulatif Pada Sistem Megaways: Tinjauan Probabilitas Rantai Konsekutif Pemodelan Ekonometrika Sesi Bermain: Mengukur Dampak Rasio Kemenangan Terhadap Durasi Interaksi Pemetaan Distribusi Normal: Mengidentifikasi Titik Jenuh Algoritma Pasca-Lonjakan Trafik Pengukuran Deviasi Standar Pada Rangkaian Hasil Guna Menghitung Probabilitas Siklus Berikutnya Valuasi Momentum Volatilitas: Transisi Dari Pendekatan Konservatif Ke Agresif Secara Terukur Optimalisasi Modul Ekstensi Ruang: Membaca Pola Distribusi Di Tengah Penurunan Volatilitas Mesin Evaluasi Empiris Terhadap Hipotesis Waktu Aktif Server: Dekonstruksi Siklus Trafik Berbasis Data https://bujangjpgo.site/ situs toto situs toto