10 Kali Juara Umum Porprov Bali, Adi Arnawa Ingatkan KONI Badung
Kepengurusan Baru KONI Badung Periode 2025–2029
Komite Olahraga Nasional Indonesia KONI Kabupaten Badung resmi membentuk kepengurusan baru untuk periode 2025–2029. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi dan refleksi terhadap arah pembinaan olahraga di daerah yang selama ini dikenal sebagai kekuatan dominan di ajang Pekan Olahraga Provinsi Bali.
Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Badung digelar di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung dan dihadiri langsung oleh Bupati Badung. Dalam forum tersebut, capaian prestasi Badung yang gemilang justru menjadi titik awal kritik konstruktif terhadap pola pembinaan atlet yang selama ini dijalankan.
Peringatan Keras soal Atlet Instan
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara tegas meminta KONI Badung mengurangi ketergantungan pada atlet instan. Atlet instan yang dimaksud adalah atlet yang sudah jadi dan direkrut dari luar daerah hanya demi mengejar prestasi cepat.
Menurut Adi Arnawa, prestasi yang diraih melalui cara-cara instan tidak memberikan kebanggaan sejati bagi daerah. Ia menekankan bahwa juara umum seharusnya lahir dari proses pembinaan yang panjang, bukan sekadar hasil dari strategi jalan pintas yang bersifat pragmatis.
Juara Umum Tak Cukup Tanpa Kualitas Pembinaan
Dalam sepuluh edisi terakhir Porprov Bali, termasuk edisi 2025, Badung selalu keluar sebagai juara umum. Prestasi ini menempatkan Badung sebagai kekuatan utama olahraga di Pulau Dewata.
Namun bagi Adi Arnawa, dominasi tersebut tidak cukup jika tidak dibarengi kualitas pembinaan yang berkelanjutan. Ia menilai bahwa keberhasilan kuantitatif perlu diimbangi dengan kualitas atlet yang benar-benar lahir dari sistem pembinaan lokal, mulai dari usia dini hingga level prestasi.
Dorongan Pembinaan Akar Rumput
Adi Arnawa mendorong KONI Badung untuk mulai meninggalkan pola instan dan berfokus pada pembinaan akar rumput. Ia menginginkan skema pembinaan yang jelas, terstruktur, dan berkelanjutan di setiap cabang olahraga.
Menurutnya, pembinaan sejak dini tidak hanya membentuk kemampuan teknis atlet, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan daerah. Atlet yang tumbuh dari sistem pembinaan lokal diyakini akan memiliki loyalitas yang lebih kuat terhadap daerah yang mereka wakili.
Harapan terhadap Ketua KONI Badung yang Baru
Kepengurusan baru KONI Badung kini dipimpin oleh I Made Sutama, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Umum. Meski memiliki hubungan kekerabatan dengan Bupati Badung, Adi Arnawa menegaskan bahwa profesionalisme dan kualitas program harus menjadi prioritas utama.
Bupati meminta Ketua KONI Badung yang baru menyiapkan program kerja yang terukur dan realistis. Fokus utama diarahkan pada pembinaan atlet berbasis klub dan cabang olahraga, bukan semata-mata mengejar target medali dalam waktu singkat.
Atlet Binaan sebagai Kebanggaan Daerah
Adi Arnawa menegaskan kebanggaannya akan jauh lebih besar jika KONI Badung mampu menunjukkan atlet-atlet hasil binaan sendiri. Ia berharap suatu saat KONI dapat dengan percaya diri menyatakan bahwa atlet tertentu merupakan hasil pembinaan murni dari cabang olahraga di Badung.
Lebih jauh, ia juga berharap atlet binaan Badung mampu berkontribusi di level nasional hingga internasional, seperti SEA Games dan ajang olahraga lainnya. Menurutnya, inilah ukuran keberhasilan pembinaan yang sesungguhnya.
Ubah Pola Pikir soal Bonus dan Prestasi
Bupati Badung juga menyoroti pola pikir pragmatis sebagian atlet yang memilih daerah berdasarkan besarnya bonus. Ia menilai pembinaan yang kuat akan mengubah orientasi atlet, dari sekadar mengejar imbalan finansial menjadi kebanggaan membela daerah.
Dengan pembinaan yang berkesinambungan, atlet diharapkan tumbuh bersama sistem, memahami nilai sportivitas, dan menjadikan prestasi sebagai hasil dari proses panjang, bukan transaksi sesaat.
Kalender Event sebagai Instrumen Pembinaan
Adi Arnawa mendorong KONI Badung untuk menyusun kalender kerja yang jelas bagi setiap cabang olahraga. Turnamen, kejuaraan lokal, dan event pembinaan dinilai penting untuk menjaga ritme kompetisi atlet sepanjang tahun.
Ia menyadari bahwa penyelenggaraan event membutuhkan biaya, namun menurutnya investasi tersebut sepadan dengan hasil jangka panjang yang akan diperoleh. Pembinaan yang hidup dan aktif akan menciptakan regenerasi atlet yang sehat dan berkelanjutan.
Prestasi Berkelanjutan sebagai Tujuan Akhir
Bagi Adi Arnawa, sepuluh kali juara umum Porprov Bali bukanlah tujuan akhir. Prestasi sejati adalah ketika Badung mampu membangun sistem olahraga yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan tanpa bergantung pada atlet instan.
Ia berharap kepengurusan KONI Badung periode 2025–2029 dapat menjadikan momentum ini sebagai titik balik. Bukan hanya mempertahankan gelar juara, tetapi juga membangun fondasi olahraga daerah yang kokoh dan membanggakan dalam jangka panjang.
Baca Juga : PHRI Gianyar Salurkan Donasi Ubud Run Day 2025
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : outfit

