1.300 Ton Sampah Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Diangkut
Penanganan Sampah Pasar Induk Kramat Jati Dipercepat
Pemerintah Kota Jakarta Timur terus mempercepat pengangkutan tumpukan sampah yang sempat menumpuk dan menimbulkan bau menyengat di kawasan Pasar Induk Kramat Jati. Hingga hari keempat penanganan, upaya masif ini mulai menunjukkan hasil signifikan dengan berkurangnya volume sampah yang selama ini dikeluhkan pedagang maupun warga sekitar.
Pengangkutan dilakukan secara intensif sejak beberapa hari terakhir, menyusul meningkatnya aduan masyarakat terkait kondisi lingkungan pasar yang dinilai tidak sehat. Tumpukan sampah, terutama sisa sayur dan buah dari aktivitas perdagangan harian, sebelumnya mengendap cukup lama hingga memicu bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan.
Tumpukan Sampah Berangsur Menyusut
Kasatpel Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah, menyebut bahwa tinggi tumpukan sampah kini sudah jauh berkurang. Dari sebelumnya menggunung, kini ketinggian sampah rata-rata tersisa sekitar dua meter dan terus mengalami penyusutan setiap harinya.
Menurutnya, pengangkutan sampah lama menjadi fokus utama agar sumber bau dapat segera dihilangkan. Sampah yang sudah lama mengendap cenderung menghasilkan aroma menyengat akibat proses pembusukan, terlebih di area pasar dengan volume limbah organik yang tinggi.
Dengan berkurangnya tumpukan tersebut, diharapkan kondisi lingkungan pasar menjadi lebih nyaman dan tidak lagi menimbulkan gangguan kesehatan bagi para pedagang dan pengunjung.
Kolaborasi Lintas Unit dan Armada Tambahan
Upaya percepatan ini dilakukan melalui kolaborasi lintas unit di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Pengangkutan melibatkan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Unit Pengelola Sampah Badan Air, hingga bantuan armada dari Kepulauan Seribu.
Sebanyak 48 armada dikerahkan secara simultan untuk melakukan pengangkutan ganda. Armada tersebut terdiri dari berbagai jenis kendaraan pengangkut sampah yang disesuaikan dengan kondisi lapangan dan akses di area pasar.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk mengejar target penyelesaian dalam waktu singkat, mengingat aktivitas Pasar Induk Kramat Jati yang hampir tidak pernah berhenti dan terus menghasilkan sampah setiap harinya.
1.300 Ton Sampah Sudah Terangkut
Hingga hari keempat penanganan, total sampah yang berhasil diangkut mencapai sekitar 1.300 ton. Angka tersebut diperoleh dari sekitar 78 ritasi pengangkutan menggunakan berbagai jenis armada.
Setiap armada ditargetkan mampu melakukan minimal dua ritasi per hari. Dengan skema tersebut, Dinas Lingkungan Hidup optimistis total pengangkutan dapat mencapai 1.800 hingga 2.000 ton dalam waktu dekat, sehingga area pasar bisa benar-benar bersih dari tumpukan sampah lama.
Pengangkutan dilakukan tanpa henti sejak pagi hingga malam hari, menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas dan aktivitas pasar agar tidak mengganggu distribusi barang.
Penyebab Penumpukan Sampah
Penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah meningkatnya volume sisa sayur dan buah dari aktivitas niaga harian. Pasar induk sebagai pusat distribusi bahan pangan menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar, terutama dari komoditas yang rusak atau tidak terjual.
Selain itu, sebelumnya terdapat kendala operasional akibat perbaikan armada pengangkut sampah. Kondisi ini menyebabkan pengangkutan tidak berjalan optimal dalam beberapa waktu, sehingga sampah mengendap dan menumpuk.
Dengan perbaikan armada yang telah selesai dan tambahan bantuan kendaraan, hambatan tersebut kini mulai teratasi.
Respons atas Aduan Masyarakat
Langkah cepat Pemkot Jakarta Timur ini merupakan respons langsung atas aduan masyarakat dan pedagang pasar yang merasa terganggu dengan bau menyengat serta kondisi lingkungan yang tidak nyaman. Bau sampah tidak hanya mengganggu aktivitas jual beli, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
Pemerintah daerah menilai bahwa penanganan sampah di pasar tradisional harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan, mengingat peran pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan percepatan pengangkutan ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan oleh pemerintah dapat kembali meningkat.
Menuju Lingkungan Pasar yang Lebih Sehat
Selain pengangkutan sampah lama, Pemkot Jakarta Timur juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah harian agar kejadian serupa tidak terulang. Edukasi kepada pedagang terkait pemilahan sampah, serta peningkatan jadwal pengangkutan rutin, menjadi bagian dari evaluasi ke depan.
Pasar Induk Kramat Jati memiliki peran strategis sebagai pusat distribusi bahan pangan di Jakarta dan sekitarnya. Oleh karena itu, kebersihan dan kesehatan lingkungan pasar menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas produk serta kenyamanan seluruh pihak yang terlibat.
Pengawasan dan Evaluasi Berkelanjutan
Dinas Lingkungan Hidup akan terus melakukan pengawasan terhadap kondisi pasar setelah pengangkutan selesai. Evaluasi dilakukan untuk memastikan tidak terjadi lagi penumpukan sampah dalam skala besar, terutama pada periode dengan aktivitas perdagangan tinggi.
Koordinasi dengan pengelola pasar juga diperkuat agar sistem pengelolaan sampah berjalan lebih tertib dan berkelanjutan.
Aktivitas Pasar Kembali Kondusif
Dengan menyusutnya tumpukan sampah secara signifikan, aktivitas niaga di Pasar Induk Kramat Jati diharapkan kembali berjalan lebih kondusif. Lingkungan yang bersih tidak hanya mendukung kesehatan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pembeli dan citra pasar tradisional di tengah persaingan dengan pusat perbelanjaan modern.
Upaya pengangkutan 1.300 ton sampah ini menjadi bukti keseriusan Pemkot Jakarta Timur dalam menangani persoalan lingkungan. Ke depan, sinergi antara pemerintah, pengelola pasar, dan pedagang menjadi kunci utama agar Pasar Induk Kramat Jati tetap bersih, sehat, dan berfungsi optimal sebagai jantung distribusi pangan ibu kota.
Baca Juga : Trump Dukung Pembebasan Tahanan Politik oleh Pemerintah Interim Venezuela
Cek Juga Artikel Dari Platform : liburanyuk

