Penyuluh Bahasa Bali Konservasi Naskah Kuno Daun Lontar

baliutama – Upaya penyelamatan warisan budaya terus digencarkan oleh para penyuluh bahasa Bali melalui aksi konservasi naskah kuno berbahan daun lontar yang tersebar di tangan masyarakat. Langkah ini diambil karena banyak naskah berharga yang kondisinya mulai memprihatinkan akibat faktor usia serta penyimpanan yang kurang tepat. Para penyuluh ini mendatangi rumah-rumah warga untuk memberikan edukasi sekaligus melakukan perawatan fisik terhadap naskah agar pengetahuan yang tertulis di dalamnya tidak hilang ditelan zaman.
Kegiatan konservasi ini mencakup beberapa tahapan penting yang dilakukan secara teliti untuk menjaga keaslian dan keawetan naskah tersebut:
- Pembersihan Fisik Naskah: Para penyuluh membersihkan debu, jamur, serta kotoran yang menempel pada setiap lembaran lontar menggunakan sikat halus dan cairan khusus agar tidak merusak tekstur daun yang sudah rapuh.
- Penghitaman Kembali Tulisan: Untuk naskah yang tulisannya sudah mulai pudar, dilakukan proses penghitaman ulang menggunakan bahan alami seperti kemiri bakar agar aksara Bali pada lontar kembali jelas dibaca tanpa merusak media aslinya.
- Identifikasi dan Pendataan: Selain merawat fisik, para penyuluh juga melakukan identifikasi isi naskah, mulai dari naskah pengobatan tradisional, sastra, hingga hukum adat, yang kemudian dicatat dalam basis data digital.
- Edukasi Cara Penyimpanan: Masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara menyimpan lontar yang benar, seperti penggunaan kotak kayu yang baik serta pemberian bahan alami pengusir serangga seperti lada hitam atau cengkeh.
Tindakan konservasi ini dinilai sangat vital karena naskah lontar merupakan identitas intelektual masyarakat Bali yang menyimpan kearifan lokal luar biasa. Banyak pemilik naskah yang sebelumnya merasa takut untuk membuka atau merawat koleksi leluhur mereka karena dianggap sakral, namun melalui pendekatan humanis para penyuluh, kini masyarakat lebih terbuka untuk bekerja sama demi pelestarian ilmu pengetahuan. Diharapkan dengan perawatan yang berkelanjutan, generasi mendatang masih bisa mempelajari dan mempraktikkan ajaran-ajaran luhur yang tertuang dalam ribuan naskah kuno tersebut.
