Kunjungan Kerja Kajati Bali Dukung Edukasi Air dan Pangan
baliutama.web.id Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Dr. Chatarina Muliana, melakukan kunjungan kerja ke Water Museum Mandala Mathika sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan peran strategis sumber daya air dalam menjaga keberlanjutan pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut disambut langsung oleh Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida bersama jajaran pengelola museum. Turut mendampingi pula Kepala UPTD Museum Subak yang berperan aktif dalam pengelolaan edukasi sejarah dan tata kelola air berbasis kearifan lokal Bali.
Kunjungan kerja ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sarat makna edukatif dan strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Water Museum sebagai Pusat Edukasi Air
Water Museum Mandala Mathika dikenal sebagai pusat edukasi yang mengangkat pentingnya air dalam kehidupan manusia. Museum ini menampilkan perjalanan pengelolaan sumber daya air, mulai dari sistem tradisional hingga pendekatan modern yang berkelanjutan.
Salah satu fokus utama museum adalah memperkenalkan sistem Subak, warisan budaya dunia yang mencerminkan harmoni antara manusia, alam, dan nilai spiritual. Sistem ini menjadi bukti bahwa pengelolaan air tidak hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut nilai kebersamaan dan keadilan.
Melalui museum ini, masyarakat diajak memahami bahwa air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.
Dukungan terhadap Ketahanan Pangan Nasional
Dalam kunjungannya, Kajati Bali menegaskan pentingnya pengelolaan air yang berkelanjutan sebagai fondasi ketahanan pangan nasional. Tanpa ketersediaan air yang cukup dan terkelola dengan baik, sektor pertanian akan menghadapi tantangan serius.
Air menjadi faktor utama dalam produksi pangan, khususnya bagi daerah yang bergantung pada sistem irigasi. Oleh karena itu, upaya pelestarian sumber daya air harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk aparat penegak hukum.
Kunjungan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor pertanian, tetapi juga memerlukan dukungan lintas sektor.
Sinergi Penegakan Hukum dan Lingkungan
Kajati Bali menekankan bahwa penegakan hukum memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian sumber daya alam. Perlindungan terhadap air dan lingkungan membutuhkan kepastian hukum agar tidak terjadi eksploitasi berlebihan.
Melalui sinergi antara kejaksaan dan instansi teknis, pengawasan terhadap pemanfaatan sumber daya air dapat dilakukan secara lebih efektif. Penegakan hukum yang tegas diharapkan mampu mencegah pelanggaran yang merugikan lingkungan dan masyarakat.
Langkah ini menjadi bentuk nyata bahwa hukum tidak hanya berfungsi sebagai alat penindakan, tetapi juga sebagai sarana perlindungan lingkungan.
Penandatanganan Piagam Penghargaan
Dalam rangkaian kegiatan kunjungan, Kajati Bali turut menandatangani Piagam Penghargaan. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air dan mendukung kedaulatan pangan bangsa.
Piagam tersebut mencerminkan semangat kolaborasi antara aparat penegak hukum dan pengelola sumber daya air. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat kebijakan perlindungan lingkungan secara berkelanjutan.
Simbolisasi ini juga menjadi pesan bahwa pelestarian air merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.
Peran Museum Subak dalam Edukasi Publik
Kepala UPTD Museum Subak menjelaskan bahwa museum memiliki peran penting sebagai sarana edukasi publik. Melalui pendekatan visual dan narasi sejarah, museum mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya air.
Generasi muda diajak memahami bahwa sistem irigasi tradisional bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi solusi yang relevan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Edukasi sejak dini dinilai menjadi kunci dalam membangun perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan.
Tantangan Pengelolaan Sumber Daya Air
Pengelolaan sumber daya air saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, hingga alih fungsi lahan. Tekanan terhadap sumber air semakin meningkat seiring kebutuhan yang terus bertambah.
Oleh karena itu, pendekatan berkelanjutan menjadi sangat penting. Pemanfaatan air harus dilakukan secara bijak agar tidak mengorbankan generasi mendatang.
Kunjungan kerja ini menjadi ruang diskusi strategis untuk memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menghadapi tantangan tersebut.
Komitmen Bali terhadap Lingkungan
Sebagai daerah yang kaya akan budaya dan pariwisata, Bali memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Air tidak hanya dibutuhkan untuk pertanian, tetapi juga untuk mendukung kehidupan masyarakat dan sektor pariwisata.
Komitmen menjaga sumber daya air menjadi bagian dari upaya menjaga citra Bali sebagai daerah yang harmonis dengan alam.
Sinergi antara pemerintah, aparat hukum, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga keberlanjutan tersebut.
Nilai Edukasi bagi Aparat dan Masyarakat
Kunjungan Kajati Bali ke Water Museum Mandala Mathika juga memiliki nilai edukatif bagi aparatur negara. Pemahaman langsung mengenai pentingnya air diharapkan dapat memperkuat perspektif lingkungan dalam pelaksanaan tugas hukum.
Bagi masyarakat, kegiatan ini menjadi contoh bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk institusi penegak hukum.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menciptakan kebijakan yang berimbang antara pembangunan dan kelestarian alam.
Penutup
Kunjungan kerja Kajati Bali ke Water Museum Mandala Mathika menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara penegakan hukum dan pelestarian sumber daya air. Melalui edukasi dan kolaborasi, upaya menjaga ketahanan pangan nasional dapat diwujudkan secara berkelanjutan.
Penandatanganan Piagam Penghargaan menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga air sebagai sumber kehidupan. Dengan kesadaran kolektif dan kerja sama lintas sektor, kedaulatan pangan bangsa diharapkan dapat terus terjaga demi kesejahteraan generasi kini dan mendatang.

Cek Juga Artikel Dari Platform dapurkuliner.com
