Dua Hari Dicari, Nenek Menuh Ditemukan Meninggal Dunia
Lansia Hilang Ditemukan Tak Bernyawa
Upaya pencarian terhadap seorang lansia yang dilaporkan hilang di Kabupaten Badung akhirnya berakhir duka. Ni Ketut Menuh (72), yang sempat hilang sejak Minggu malam, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pencarian. Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 11.00 Wita dalam kondisi sudah membengkak, telentang di antara sampah ranting dan dedaunan di aliran sungai.
Penemuan ini sekaligus mengakhiri harapan keluarga yang sejak awal cemas atas keselamatan korban. Kondisi medan yang sulit dan dugaan korban terjatuh ke sungai membuat proses pencarian difokuskan di sepanjang aliran air sejak hari pertama.
Pencarian Hari Kedua Dimulai Pagi Hari
Pada hari kedua pencarian, tim SAR gabungan mulai melakukan penyisiran sejak pukul 07.30 Wita. Pencarian difokuskan di sekitar area belakang rumah korban hingga ke kawasan Dam Lukluk, yang berada tidak jauh dari lokasi dugaan korban terjatuh.
Koordinator Lapangan tim SAR, Crista Priana, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan secara bertahap dan sistematis dengan membagi area penyisiran. Sorti pertama dilakukan hingga pukul 09.00 Wita, menyusuri aliran sungai dengan memperhatikan tumpukan sampah, semak, serta area yang berpotensi menjadi tempat korban tersangkut.
Setelah itu, tim kembali melanjutkan pencarian dari Dam Lukluk ke arah selatan, memperluas area penyisiran guna memastikan tidak ada titik yang terlewatkan.
Jenazah Ditemukan 200 Meter dari Dam Lukluk
Hasil pencarian membuahkan hasil sekitar pukul 10.20 Wita. Tim SAR gabungan menemukan sesosok jenazah yang diduga kuat merupakan korban yang hilang. Lokasi penemuan berada sekitar 200 meter dari Dam Lukluk, masih di sepanjang aliran sungai yang sebelumnya menjadi fokus pencarian.
Jenazah ditemukan dalam kondisi telentang, tersangkut di antara ranting dan dedaunan yang terbawa arus. Kondisi tubuh yang sudah membengkak menunjukkan bahwa korban telah cukup lama berada di dalam air.
“Target berhasil kita temukan kurang lebih 200 meter dari Dam Lukluk,” ujar Crista Priana dalam keterangannya.
Proses Identifikasi Libatkan Keluarga
Untuk memastikan identitas korban, tim SAR segera menghubungi pihak keluarga. Langkah ini dilakukan sebagai prosedur standar guna menghindari kesalahan identifikasi. Pihak keluarga kemudian datang ke lokasi dan memastikan bahwa jenazah tersebut benar adalah Ni Ketut Menuh yang selama ini dicari.
Setelah identitas dipastikan, jenazah korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSD Mangusada untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur medis dan kepolisian.
Riwayat Hilangnya Korban
Diberitakan sebelumnya, Ni Ketut Menuh dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumahnya pada Minggu malam. Menurut keterangan keluarga, korban merupakan lansia yang dalam aktivitas sehari-hari membutuhkan bantuan tongkat untuk berjalan.
Namun saat korban dinyatakan hilang, tongkat yang biasa digunakannya ditemukan masih berada di rumah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi keluarga, mengingat kondisi fisik korban yang sudah renta dan terbatas dalam mobilitas.
Dugaan Terjatuh ke Sungai
Berdasarkan kondisi tersebut, keluarga menduga bahwa korban kemungkinan terjatuh ke sungai yang berada di belakang rumahnya. Dugaan ini kemudian menjadi dasar utama tim SAR gabungan dalam menentukan area pencarian.
Sungai di sekitar lokasi diketahui memiliki arus yang cukup kuat, terutama setelah hujan, sehingga berpotensi menyeret korban cukup jauh dari titik awal jatuh. Oleh karena itu, pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran sungai sejauh beberapa ratus meter.
Peran Tim SAR Gabungan
Operasi pencarian ini melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, relawan, aparat setempat, serta masyarakat sekitar. Sinergi antar unsur ini dinilai sangat penting dalam mempercepat proses pencarian, terutama di medan sungai yang penuh risiko.
Tim SAR tidak hanya melakukan penyisiran visual, tetapi juga memperhatikan tanda-tanda alami seperti kumpulan sampah dan ranting yang sering menjadi titik tersangkutnya benda atau tubuh yang terbawa arus.
Duka Mendalam bagi Keluarga
Penemuan jenazah Ni Ketut Menuh membawa duka mendalam bagi keluarga. Meski hasil pencarian tidak sesuai harapan, kepastian mengenai keberadaan korban setidaknya mengakhiri ketidakpastian yang dirasakan keluarga selama dua hari terakhir.
Pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim SAR dan pihak yang telah membantu proses pencarian hingga akhirnya korban ditemukan.
Imbauan untuk Warga Sekitar Sungai
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di dekat aliran sungai, agar lebih waspada terhadap risiko kecelakaan, terutama bagi lansia. Lingkungan sungai dengan tebing licin dan arus deras sangat berbahaya jika tidak dilengkapi pengaman yang memadai.
Pemerintah daerah dan aparat setempat diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi keselamatan serta memperhatikan kondisi lingkungan permukiman yang berdekatan dengan sungai.
Penutup
Kasus meninggalnya Ni Ketut Menuh menambah daftar peristiwa orang hilang yang berujung duka di wilayah Badung. Meski upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal oleh tim SAR gabungan, kondisi alam dan keterbatasan fisik korban menjadi faktor yang sulit dihindari.
Ke depan, kewaspadaan keluarga dan lingkungan sekitar menjadi kunci utama dalam mencegah kejadian serupa. Tragedi ini sekaligus menjadi refleksi penting akan perlunya perhatian lebih terhadap keselamatan lansia, khususnya yang tinggal di kawasan rawan seperti bantaran sungai.
Baca Juga : WNA Ceko Cedera Dihantam Ombak di Pantai Kelingking
Cek Juga Artikel Dari Platform : carimobilindonesia

