BBMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi Bali
Kondisi cuaca maritim di wilayah Bali dan sekitarnya memasuki fase yang perlu diwaspadai. Aktivitas angin yang menguat di sejumlah perairan berpotensi memicu gelombang laut tinggi dan meningkatkan risiko keselamatan pelayaran. Menyikapi kondisi tersebut, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar menerbitkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku pada akhir Desember.
Peringatan dini ini dikeluarkan sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak tidak langsung dari fenomena atmosfer yang berkembang di wilayah selatan Indonesia. Masyarakat pesisir, nelayan, serta operator pelayaran diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan aktivitas di laut.
Dampak Tidak Langsung Bibit Siklon 96S
Prakirawati BBMKG Wilayah III Denpasar, Diana Siregar, menjelaskan bahwa potensi gelombang tinggi di perairan Bali dipengaruhi oleh dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis 96S. Meskipun pusat bibit siklon tidak berada tepat di wilayah Bali, pengaruhnya terhadap pola angin dan gelombang laut tetap signifikan.
Bibit siklon tersebut memicu peningkatan kecepatan angin di sejumlah perairan, yang kemudian berdampak pada ketinggian gelombang. Kondisi ini diperkirakan berlangsung selama beberapa hari, sehingga memerlukan perhatian khusus dari seluruh pihak yang beraktivitas di laut.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa sistem cuaca di wilayah tropis bersifat dinamis dan dapat memengaruhi wilayah yang cukup luas, meskipun pusat gangguan berada jauh dari lokasi terdampak.
Wilayah Perairan dengan Gelombang Tinggi
Berdasarkan prakiraan BBMKG, sejumlah perairan di Bali berpotensi mengalami gelombang laut dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter. Wilayah yang masuk dalam kategori ini meliputi Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, Selat Badung, serta perairan selatan Bali.
Sementara itu, Selat Lombok bagian utara diperkirakan mengalami gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter. Meskipun lebih rendah dibanding wilayah selatan, kondisi ini tetap perlu diwaspadai, terutama bagi perahu kecil dan aktivitas nelayan tradisional.
Perbedaan ketinggian gelombang antara perairan utara dan selatan Bali dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin, serta karakteristik perairan yang terbuka langsung ke Samudra Hindia.
Pola dan Kecepatan Angin di Perairan Bali
BBMKG Denpasar juga mencatat pola angin yang cukup kencang di wilayah perairan Bali. Di perairan utara Bali, angin diperkirakan bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan mencapai 25 knot atau sekitar 46 kilometer per jam.
Sementara itu, di perairan selatan Bali, angin bertiup dari arah barat daya hingga barat dengan kecepatan yang sama. Kecepatan angin yang relatif tinggi ini menjadi faktor utama pembentuk gelombang laut yang signifikan.
BBMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi peningkatan kecepatan angin, baik di perairan utara maupun selatan Bali. Angin kencang tidak hanya memengaruhi gelombang laut, tetapi juga dapat mengganggu manuver kapal dan perahu kecil.
Risiko Keselamatan Pelayaran
BMKG mencatat bahwa kondisi angin dan gelombang laut tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Oleh karena itu, imbauan khusus diberikan kepada berbagai jenis pengguna laut sesuai dengan karakteristik kapalnya.
Pengguna perahu nelayan diminta mewaspadai kondisi ketika kecepatan angin melebihi 15 knot atau sekitar 27 kilometer per jam, serta tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Dalam kondisi ini, perahu kecil berisiko terbalik atau mengalami gangguan stabilitas.
Operator kapal tongkang diimbau waspada saat angin berkecepatan 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Sementara itu, operator kapal feri diminta meningkatkan kewaspadaan ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Imbauan ini bertujuan meminimalkan risiko kecelakaan laut, terutama di jalur penyeberangan yang padat aktivitas.
Imbauan bagi Nelayan dan Pelaku Wisata Bahari
Selain pelayaran niaga, peringatan dini ini juga relevan bagi nelayan tradisional dan pelaku wisata bahari. Aktivitas melaut, memancing, hingga olahraga air perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca yang berkembang.
BBMKG menyarankan nelayan untuk mempertimbangkan kembali rencana melaut, terutama di wilayah perairan selatan Bali yang diperkirakan mengalami gelombang tinggi. Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Bagi pelaku wisata bahari, termasuk operator kapal wisata dan penyedia aktivitas laut, pemantauan informasi cuaca secara berkala menjadi langkah penting. Penyesuaian jadwal dan rute perjalanan dapat membantu mengurangi risiko bagi wisatawan.
Pentingnya Memantau Informasi Cuaca Resmi
BBMKG menekankan pentingnya masyarakat memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi. Informasi yang akurat dan terkini menjadi dasar pengambilan keputusan yang aman, terutama bagi mereka yang beraktivitas di laut.
Peringatan dini gelombang tinggi ini bersifat dinamis dan dapat diperbarui sesuai perkembangan kondisi atmosfer. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya mengandalkan satu sumber informasi, tetapi terus mengikuti pembaruan dari otoritas meteorologi.
Dengan kesiapsiagaan dan kepatuhan terhadap imbauan, risiko akibat cuaca ekstrem dapat ditekan seminimal mungkin.
Penutup: Waspada demi Keselamatan Bersama
Peringatan dini gelombang tinggi yang diterbitkan BBMKG Denpasar menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan di wilayah perairan Bali. Kondisi cuaca laut yang dipengaruhi bibit siklon 96S berpotensi menimbulkan risiko serius jika tidak diantisipasi dengan baik.
Melalui peningkatan kewaspadaan, penyesuaian aktivitas, serta pemantauan informasi cuaca secara berkala, keselamatan pelayaran dan aktivitas laut dapat tetap terjaga. BBMKG mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan di tengah dinamika cuaca maritim yang terus berubah.
Baca Juga : Assessment Dinsos Bali Dorong Rumah Layak Huni di Buleleng
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : beritagram

