Bali Jadi Laboratorium Rasa Dunia
Bali dan Panggung Baru Industri Minuman Global
Bali kembali menegaskan posisinya bukan hanya sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga sebagai pusat eksperimen dan inovasi industri minuman global. Pulau Dewata kini tampil sebagai laboratorium rasa, tempat tradisi lokal, iklim tropis, dan kreativitas urban bertemu dalam satu visi besar: menciptakan identitas minuman kelas dunia berbasis Bali.
Langkah strategis ini ditandai dengan kolaborasi antara PT Lovina Beach Brewery Tbk dan COCO BALI PTE LTD, yang meluncurkan tiga merek global berkarakter Bali. Peluncuran ini menjadi sinyal kuat bahwa Bali tidak lagi sekadar pasar, melainkan sumber inovasi.
Kolaborasi Strategis Lovina Brewery dan COCO BALI
Kerja sama antara Lovina Brewery dan COCO BALI menghadirkan tiga lini produk dengan segmentasi berbeda namun satu benang merah: identitas Bali yang modern. Ketiga merek tersebut adalah COCO BALI untuk kategori ready-to-drink (RTD), CLARISSA Liqueur di segmen liqueur premium, dan LIBARRON Whisky pada kelas spirit internasional.
Acara peluncuran yang berlangsung di Potato Head Beach Club menghadirkan atmosfer yang merepresentasikan perpaduan tropis dan urban. Momentum ini tidak hanya menandai rilis produk baru, tetapi juga penguatan posisi Bali sebagai pusat craft beverage di kawasan Asia Pasifik.
Menangkap Tren Pasar RTD dan Premium Spirit
Direktur Utama Lovina Brewery, Bona Budhisurya, menyebut kolaborasi ini lahir dari pembacaan cermat terhadap tren pasar. Urbanisasi dan perubahan gaya hidup mendorong konsumen mencari minuman yang praktis, ringan, dan rendah gula tanpa mengorbankan kualitas rasa.
Kesadaran akan kesehatan kini menjadi faktor utama dalam keputusan konsumsi. Inovasi yang dihadirkan tidak lagi sekadar soal rasa, tetapi juga soal bagaimana minuman dapat menyatu dengan gaya hidup aktif dan modern. Dalam konteks inilah Bali diposisikan sebagai sumber inspirasi rasa yang bersih, segar, dan berkarakter.
COCO BALI dan Konsep “Bali in a Can”
COCO BALI RTD menjadi ujung tombak penetrasi pasar global. Mengusung konsep “Bali in a Can”, produk ini dirancang untuk merepresentasikan semangat Bali yang dinamis dan tropis. Varian rasa seperti Coconut Kopyor, Golden Salak, serta penggunaan air mineral Karu spring water dari pegunungan Bali memperkuat narasi keaslian lokal.
Creative Director COCO BALI, Natalia Sumasto Tjia, menegaskan bahwa COCO BALI adalah perwujudan Bali yang muda, ringan, dan penuh energi. Minuman ini ditujukan bagi generasi urban global yang ingin tetap sehat tanpa kehilangan sisi sosial dan gaya hidup.
CLARISSA Liqueur dan Feminitas Tropis Modern
Di lini liqueur, CLARISSA hadir sebagai interpretasi baru tentang feminitas tropis. Diciptakan oleh perempuan dan untuk perempuan, CLARISSA menawarkan pendekatan mindful indulgence—kenikmatan yang disadari dan elegan. Proses distilasi enam kali, penggunaan botani tropis aromatik, serta kandungan antioksidan menjadi pembeda utama.
Creative Director CLARISSA, Clarissa Ady Sumasto Tjia, menjelaskan bahwa CLARISSA bukan sekadar minuman, melainkan ekspresi kepercayaan diri perempuan urban. Inovasi ini bahkan mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia sebagai minuman beralkohol pertama di Indonesia yang dipasarkan khusus untuk segmen perempuan.
LIBARRON dan Eksperimen Whisky Tropis
Lovina Brewery juga memasuki segmen whisky melalui LIBARRON, yang diklaim sebagai whisky Skotlandia pertama yang lahir di Bali. Keunikan LIBARRON terletak pada teknik precision aging yang memanfaatkan panas dan kelembapan tropis Pulau Dewata.
Interaksi intens antara spirit dan tong French oak menghasilkan karakter rasa yang berbeda dari whisky beriklim dingin. Head of Global Marketing, Jacob Suryanata, menyebut LIBARRON sebagai pertemuan antara tradisi dan keberanian bereksperimen. Kolaborasi edisi terbatas “Starry Night” bersama Museum Van Gogh semakin mengukuhkan posisi LIBARRON di panggung global.
Bali sebagai Kiblat Craft Beverage Asia
Kolaborasi Lovina Brewery dan COCO BALI tidak berhenti pada peluncuran produk. Strategi besar diarahkan untuk menempatkan Bali sebagai kiblat craft beverage di Asia. Ekspansi dilakukan secara selektif melalui hotel dan resort premium, bar kelas atas, serta pasar ritel di destinasi wisata unggulan.
Director COCO BALI PTE LTD, Dennis Chua, menegaskan bahwa fokus utama adalah membangun kekuatan merek berbasis intellectual property. Nilai yang dikembangkan bukan sekadar volume penjualan, melainkan identitas dan narasi yang berkelanjutan.
Riset Rasa dan Masa Depan Minuman Tropis
Sebagai perusahaan minuman yang kini memiliki perkebunan agave biru pertama di Nusa Penida, Lovina Brewery menunjukkan keseriusan dalam riset rasa tropis. Dengan pengalaman memproduksi berbagai jenis minuman sejak 2010, Bali kini menjadi pusat pengembangan inovasi berbasis iklim dan budaya lokal.
Ambisi ini merangkum satu pesan besar: Bali bukan hanya panggung pariwisata dunia, tetapi juga sumber inspirasi dan inovasi rasa. Dari Pulau Dewata, masa depan minuman tropis dunia mulai diracik—dengan identitas, karakter, dan visi global. Dari Bali, untuk dunia.
Baca Juga : Investor Padel di Munggu Bingung, OSS Izin Tapi Pansus TRAP Segel
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : lagupopuler

