DPRD Bali Serap Aspirasi Tata Kelola Wisata
Komisi II DPRD Bali menyerap berbagai aspirasi dari asosiasi pariwisata, termasuk ASITA Bali, terkait implementasi tata kelola wisata di lapangan. Masukan dari pelaku industri dinilai penting karena mereka memahami langsung kondisi yang dihadapi wisatawan.
DPRD Bali menilai bahwa sektor pariwisata saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif, tertib, dan responsif terhadap perubahan zaman agar tetap kompetitif di tingkat global.
📋 Regulasi Perlu Penguatan dan Pengawasan
Bali sebenarnya telah memiliki regulasi yang cukup jelas, seperti Perda dan Pergub terkait tata kelola pariwisata. Namun, implementasi di lapangan dinilai masih perlu diperkuat.
Pengawasan yang konsisten serta koordinasi antarinstansi menjadi kunci agar kebijakan tidak hanya berhenti sebagai aturan tertulis, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya.
🚐 Penataan Transportasi Jadi Sorotan
Salah satu isu utama yang dibahas adalah penataan transportasi di kawasan wisata, termasuk di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Wisatawan kini sangat memperhatikan kemudahan akses, kepastian harga, dan keamanan selama berlibur. Sistem transportasi yang tertata dinilai mampu meningkatkan pengalaman wisata secara keseluruhan.
🧑💼 Peran Penting Pelaku Usaha Lokal
DPRD Bali menegaskan pentingnya keberpihakan kepada pelaku usaha lokal, mulai dari UMKM pariwisata, travel agent, transportasi resmi, hingga pemandu wisata.
Mereka dianggap sebagai tulang punggung ekonomi daerah yang harus terus diberi ruang berkembang agar tetap menjadi pemain utama di sektor pariwisata Bali.
📚 Penguatan SDM dan Adaptasi Digital
Selain infrastruktur dan regulasi, penguatan sumber daya manusia juga menjadi prioritas utama.
Regenerasi pramuwisata, peningkatan kemampuan bahasa asing, serta adaptasi terhadap teknologi digital dinilai penting agar masyarakat lokal mampu bersaing dan mengikuti perkembangan industri pariwisata global.
✅ Pariwisata Berkelanjutan Jadi Tujuan
Dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan pelaku usaha, diharapkan tata kelola pariwisata Bali dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Tujuan akhirnya adalah menciptakan pengalaman wisata yang nyaman, aman, dan berkesan, sekaligus menjaga keseimbangan antara ekonomi, budaya, dan lingkungan di Bali.
Baca Juga : Identitas Jasad di Tebing Pecatu Bali Terungkap
Cek Juga Artikel Dari Platform : hotviralnews

