Integritas Harga Mati: Dirjen Badilag di PTA Bali

baliutama – Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama (Dirjen Badilag) melakukan kunjungan kerja strategis ke Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bali guna memperkuat komitmen integritas di lingkungan peradilan. Dalam pengarahannya, Dirjen menekankan bahwa integritas merupakan harga mati yang tidak dapat ditawar oleh seluruh aparatur sipil negara di lingkungan peradilan agama. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses penegakan hukum di wilayah Bali berjalan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik gratifikasi maupun intervensi pihak luar yang dapat merusak citra institusi.
Beberapa poin utama dalam pembinaan Dirjen Badilag di PTA Bali meliputi:
- Penguatan Zona Integritas: Setiap satuan kerja di bawah PTA Bali diinstruksikan untuk meningkatkan standar pelayanan publik dan memperketat pengawasan internal guna meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
- Digitalisasi Layanan Peradilan: Pemanfaatan aplikasi e-Court dan gugatan mandiri terus didorong agar masyarakat mendapatkan akses keadilan yang lebih cepat, murah, dan transparan tanpa harus melalui birokrasi yang rumit.
- Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia: Para hakim dan tenaga teknis yustisial diminta untuk terus memperbarui kompetensi hukum mereka, terutama dalam menghadapi dinamika sengketa keluarga dan ekonomi syariah yang kian kompleks.
- Konsistensi Penegakan Kode Etik: Dirjen memberikan peringatan keras bahwa setiap pelanggaran etika akan ditindak tegas sesuai dengan regulasi yang berlaku demi menjaga kehormatan martabat peradilan.
Langkah pembinaan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi peradilan agama di Pulau Dewata. Bali sebagai wilayah yang menjadi jendela dunia internasional menuntut standar profesionalisme yang tinggi bagi para penegak hukumnya. Dirjen mengapresiasi capaian kinerja PTA Bali selama ini namun mengingatkan agar tidak terlena dengan prestasi yang ada, melainkan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pencari keadilan.
Selain aspek teknis yustisial, pembinaan ini juga menyentuh sisi kepemimpinan yang melayani. Para pimpinan pengadilan diharapkan mampu menjadi teladan bagi bawahannya dalam menerapkan perilaku jujur dan disiplin. Sinergi antara pimpinan dan staf menjadi kunci utama dalam mewujudkan peradilan yang agung dan modern. Melalui komitmen bersama yang diikrarkan dalam kunjungan ini, PTA Bali diharapkan menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam hal integritas dan profesionalisme kerja.
