Peran Polsek Sukasada dalam Penanganan Bencana
Kecamatan Sukasada Rawan Bencana Saat Cuaca Ekstrem
Memasuki musim dengan potensi cuaca ekstrem, wilayah Kecamatan Sukasada menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian serius dalam kesiapsiagaan bencana. Kondisi geografis yang didominasi perbukitan, lereng curam, serta dataran rendah menjadikan wilayah ini rawan terhadap berbagai jenis bencana alam.
Polsek Sukasada mencatat potensi bencana seperti tanah longsor, banjir, hingga pohon tumbang kerap terjadi saat intensitas hujan tinggi disertai angin kencang. Oleh karena itu, langkah antisipatif menjadi fokus utama aparat kepolisian bersama unsur terkait.
Sejumlah Desa Masuk Peta Kerawanan
Kapolsek Sukasada I Wayan Sukarita menjelaskan bahwa dari total 14 desa dan satu kelurahan di wilayah hukum Polsek Sukasada, terdapat beberapa titik yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.
Desa-desa yang masuk dalam peta kerawanan antara lain Desa Gitgit, Wanagiri, dan Pancasari, khususnya di kawasan perbukitan dan lereng curam. Selain itu, wilayah dataran rendah juga memiliki potensi banjir akibat luapan air dan sistem drainase yang terbatas.
“Untuk wilayah hukum Polsek Sukasada saat ini secara umum aman dan kondusif, namun memang ada potensi kerawanan bencana di beberapa desa dengan kondisi geografis curam dan berbukit,” ujar Kompol I Wayan Sukarita.
Fokus Pra-Bencana: Peralatan dan Personel
Dalam tahap pra-bencana, Polsek Sukasada menyiapkan berbagai peralatan penanganan awal. Peralatan tersebut meliputi gergaji mesin untuk menangani pohon tumbang, cangkul dan sekop untuk membersihkan material longsor, serta perlengkapan manual lainnya yang dapat digunakan secara cepat di lapangan.
Selain kesiapan peralatan, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi prioritas. Polsek Sukasada secara rutin melaksanakan apel siaga guna memastikan seluruh personel memahami peran dan tugasnya masing-masing dalam kondisi darurat.
Sistem Siaga dan Pembagian Tugas
Sebanyak 62 personel Polsek Sukasada disiagakan dan dapat digerakkan sewaktu-waktu jika terjadi bencana. Personel tersebut dibagi ke dalam unit-unit kecil dengan sistem ploting yang fleksibel, sehingga dapat segera dikerahkan ke lokasi terdampak.
Polsek Sukasada juga menerapkan sistem shift siang dan malam untuk memastikan kesiapsiagaan berjalan selama 24 jam. Dengan pola ini, respons awal terhadap kejadian bencana diharapkan dapat dilakukan tanpa jeda waktu yang lama.
Penanganan Saat Bencana Terjadi
Saat bencana terjadi, langkah pertama yang dilakukan adalah mengirim personel ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal. Personel membantu evakuasi warga, penyelamatan barang berharga, serta pengamanan area agar tidak membahayakan masyarakat sekitar.
Dalam kondisi tertentu, kepolisian juga melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi bencana, terutama jika kejadian berdampak pada akses jalan utama atau jalur penghubung antar desa.
Koordinasi Lintas Instansi
Penanganan bencana tidak dilakukan secara sendiri oleh kepolisian. Polsek Sukasada aktif berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, seperti pemerintah desa, BPBD, tenaga kesehatan, serta instansi teknis lainnya untuk dukungan alat berat dan logistik.
Koordinasi ini dinilai penting untuk memastikan penanganan berjalan efektif dan menyeluruh, mulai dari evakuasi, penanganan korban, hingga pemulihan pascabencana.
Peran Call Center Polri 110
Kapolsek Sukasada juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kejadian bencana atau potensi bahaya yang muncul. Laporan dapat disampaikan melalui grup komunikasi desa maupun langsung ke Call Center Polri 110.
“Masyarakat bisa segera melapor melalui grup komunikasi desa atau langsung ke Call Center Polri 110 agar penanganan bisa cepat dilakukan,” ujar Kompol I Wayan Sukarita.
Pelaporan cepat dinilai sangat krusial untuk meminimalkan dampak bencana dan mengurangi risiko korban jiwa.
Desa Tanggap Bencana Jadi Garda Terdepan
Selain peran kepolisian, setiap desa di wilayah Sukasada telah memiliki Desa Tanggap Bencana. Kelompok ini berperan sebagai garda terdepan dalam melakukan respons awal saat terjadi bencana, sebelum bantuan dari luar desa tiba.
Sinergi antara aparat desa, relawan, dan kepolisian terbukti membantu mempercepat proses evakuasi dan penanganan awal di lapangan. Keberadaan relawan lokal juga memudahkan identifikasi warga yang membutuhkan bantuan segera.
Edukasi dan Kesadaran Masyarakat
Polsek Sukasada turut mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana di lingkungan masing-masing. Edukasi mengenai tanda-tanda longsor, bahaya pohon rapuh, serta pentingnya menjaga saluran air menjadi bagian dari upaya pencegahan.
Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan potensi bahaya sekecil apa pun agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi bencana besar.
Komitmen Jaga Keamanan dan Keselamatan
Dengan kesiapsiagaan personel, peralatan yang memadai, serta sinergi lintas sektor, Polsek Sukasada menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat dalam menghadapi musim cuaca ekstrem.
Langkah-langkah preventif dan respons cepat yang dilakukan diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana serta memberikan rasa aman bagi warga Kecamatan Sukasada.
Baca juga : Bupati Klungkung Tinjau Abrasi Parah di Pantai Mongalan
Cek juga artikel dari platform : wikiberita

