WNA Ceko Cedera Dihantam Ombak di Pantai Kelingking
Wisatawan Asing Cedera Saat Berjalan di Tepi Pantai
Seorang warga negara asing asal Republik Ceko mengalami cedera setelah dihantam ombak besar saat berkunjung ke Pantai Kelingking, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Peristiwa tersebut terjadi ketika korban sedang berjalan di pinggiran pantai, sebelum akhirnya gelombang laut datang secara tiba-tiba dan menyeret tubuhnya hingga terjatuh.
Korban diketahui bernama Martelo Romano (50). Akibat insiden tersebut, ia mengalami kesulitan untuk berdiri dan membutuhkan pertolongan segera. Lokasi kejadian yang berada di kawasan pantai dengan kontur terjal membuat proses evakuasi tidak mudah dan memerlukan penanganan khusus dari tim penyelamat.
Ombak Besar Datang Tiba-Tiba
Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida, Cakra Negara, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban berjalan cukup dekat dengan garis air laut. Tanpa diduga, ombak besar datang dan menghantam korban dengan kuat.
“Setelah diterjang ombak, korban terjatuh dan kesulitan berdiri,” ujar Cakra dalam keterangan tertulisnya. Kondisi tersebut membuat korban tidak memungkinkan untuk menyelamatkan diri secara mandiri, sehingga bantuan dari petugas menjadi sangat dibutuhkan.
Laporan Diterima SAR Denpasar
Kantor Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 15.40 Wita. Menindaklanjuti informasi tersebut, empat personel dari Unit Siaga SAR Nusa Penida segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
Dalam laporan awal disebutkan bahwa proses evakuasi diperkirakan akan menghadapi kendala karena korban berada di area pantai yang hanya dapat diakses melalui anak tangga curam dengan ketinggian sekitar 170 meter. Kondisi ini kerap menjadi tantangan utama dalam setiap operasi penyelamatan di Pantai Kelingking.
Medan Terjal Hambat Proses Evakuasi
Pada pukul 16.45 Wita, tim SAR tiba di kawasan Pantai Kelingking dan langsung turun menuju lokasi korban. Saat itu, kondisi cuaca dilaporkan mengalami hujan ringan, yang semakin menambah tingkat kesulitan evakuasi.
Medan yang terjal, licin, serta jalur sempit menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR gabungan. Meski demikian, dengan koordinasi dan kehati-hatian, proses evakuasi akhirnya dapat dilaksanakan secara bertahap hingga korban berhasil dibawa naik dari area pantai.
Upaya penyelamatan tersebut rampung sekitar pukul 17.35 Wita. Keberhasilan evakuasi ini menunjukkan kesiapsiagaan dan pengalaman tim SAR dalam menangani insiden di kawasan wisata dengan tingkat risiko tinggi.
Korban Alami Dislokasi Pinggul
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung mendapatkan penanganan medis. Ambulans dari Klinik Griya Medika telah bersiaga di lokasi atas, dan segera membawa korban ke Klinik Griya Penida untuk pemeriksaan lanjutan.
Berdasarkan keterangan tenaga medis, korban mengalami dislokasi pada bagian pinggul akibat benturan keras saat diterjang ombak dan terjatuh. Meski cedera tersebut tergolong serius, korban dilaporkan dalam kondisi sadar dan stabil saat dievakuasi.
Pantai Kelingking dan Risiko Wisata Alam
Pantai Kelingking dikenal sebagai salah satu destinasi wisata ikonik di Bali dengan pemandangan tebing dramatis dan garis pantai yang memukau. Namun, di balik keindahannya, kawasan ini juga menyimpan risiko tinggi, terutama bagi wisatawan yang tidak waspada terhadap kondisi alam.
Ombak besar, arus laut kuat, serta akses turun-naik yang curam sering kali menjadi faktor penyebab kecelakaan. Oleh karena itu, wisatawan diimbau untuk selalu mematuhi rambu peringatan, menjaga jarak aman dari laut, dan tidak memaksakan diri saat kondisi cuaca atau ombak tidak bersahabat.
Imbauan Keselamatan bagi Wisatawan
Insiden yang menimpa WNA asal Ceko ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan saat berwisata alam, khususnya di kawasan pantai dengan karakteristik ekstrem. Tim SAR dan pihak terkait mengimbau wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, agar selalu berhati-hati dan mengikuti arahan petugas setempat.
Kesiapsiagaan tim SAR di Nusa Penida diharapkan mampu meminimalkan risiko fatalitas dalam setiap kejadian. Namun, peran wisatawan untuk menjaga keselamatan diri sendiri tetap menjadi faktor utama dalam mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang.
Baca Juga : 1.300 Ton Sampah Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Diangkut
Cek Juga Artikel Dari Platform : jelajahhijau

