Gerakan Kulkul PKK–Posyandu Perkuat Gotong Royong Bali
Gerakan Kulkul sebagai Simbol Kebersamaan Bali
Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat melalui pendekatan berbasis budaya lokal. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pencanangan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu Se-Bali, yang secara resmi digelar di Gedung Ksirarnawa, UPTD Taman Budaya Provinsi Bali. Gerakan ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga alat pemersatu masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong, kepedulian lingkungan, dan solidaritas sosial.
Kulkul, yang selama ini dikenal sebagai alat komunikasi tradisional masyarakat Bali, memiliki makna filosofis yang kuat. Bunyi kulkul menjadi tanda kebersamaan, ajakan berkumpul, hingga simbol kesiapsiagaan warga dalam kehidupan desa adat. Melalui gerakan ini, kulkul dimaknai ulang sebagai penggerak kesadaran kolektif, terutama dalam mendukung program PKK dan Posyandu.
Peran Strategis PKK dan Posyandu dalam Masyarakat
Gerakan Kulkul PKK–Posyandu merupakan sinergi antara PKK dan Posyandu, dua elemen penting dalam pembangunan berbasis keluarga. PKK selama ini menjadi garda terdepan dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga, sementara Posyandu berperan besar dalam menjaga kesehatan ibu, anak, dan lansia di tingkat desa dan kelurahan.
Dengan mengintegrasikan nilai budaya lokal, gerakan ini diharapkan mampu memperkuat partisipasi masyarakat. Tidak sekadar menjalankan program administratif, PKK dan Posyandu diarahkan menjadi pusat aktivitas sosial yang hidup, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman, khususnya terkait isu kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga.
Dukungan Pemerintah Provinsi Bali
Pencanangan Gerakan Kulkul PKK–Posyandu dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali dan dihadiri oleh jajaran pengurus PKK kabupaten/kota se-Bali. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mendorong pembangunan sosial yang berakar pada budaya.
Melalui gerakan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai sosial. Gotong royong, kepedulian lingkungan, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Bali yang bersih, sehat, dan harmonis.
Partisipasi TP PKK Kecamatan Buleleng
Kegiatan pencanangan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Camat Buleleng yang sekaligus menjabat Ketua TP PKK Kecamatan Buleleng bersama jajaran pengurus. Kehadiran ini menegaskan dukungan penuh TP PKK Kecamatan Buleleng terhadap implementasi Gerakan Kulkul di tingkat lokal.
Partisipasi aktif ini menunjukkan bahwa gerakan tidak berhenti di tingkat provinsi, melainkan akan diturunkan hingga ke desa dan banjar. Dengan demikian, setiap lapisan masyarakat diharapkan dapat merasakan langsung manfaat dari program ini, baik dalam aspek kebersihan lingkungan, kesehatan keluarga, maupun penguatan solidaritas sosial.
Gerakan Kulkul dan Isu Kebersihan Lingkungan
Salah satu fokus utama Gerakan Kulkul PKK–Posyandu adalah kebersihan lingkungan. Bali sebagai destinasi wisata dunia menghadapi tantangan serius terkait pengelolaan sampah, terutama sampah plastik sekali pakai. Melalui pendekatan berbasis budaya, gerakan ini diharapkan mampu mengubah pola perilaku masyarakat secara berkelanjutan.
Kulkul digunakan sebagai simbol pengingat dan ajakan bersama untuk menjaga kebersihan. Ketika kulkul dibunyikan, masyarakat diajak melakukan aksi nyata, seperti kerja bakti, pengelolaan sampah berbasis sumber, hingga edukasi lingkungan kepada generasi muda. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena menyentuh aspek emosional dan kultural masyarakat Bali.
Apresiasi bagi Kader dan Institusi Pendidikan
Dalam rangkaian kegiatan pencanangan, juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba Posyandu, pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Kategori lomba mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga perguruan tinggi.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas peran aktif masyarakat dan institusi pendidikan dalam mendukung program lingkungan dan kesehatan. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan dan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama.
Menguatkan Kearifan Lokal di Tengah Modernisasi
Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, Gerakan Kulkul PKK–Posyandu menjadi contoh konkret bagaimana kearifan lokal dapat beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Alih-alih ditinggalkan, nilai-nilai tradisional justru diberdayakan sebagai solusi atas persoalan kontemporer.
Gerakan ini mengajarkan bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus berpijak pada identitas budaya. Dengan menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui simbol kulkul, masyarakat diajak untuk tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek yang aktif dan berdaya.
Harapan dan Keberlanjutan Program
Ke depan, keberhasilan Gerakan Kulkul PKK–Posyandu sangat bergantung pada konsistensi implementasi di lapangan. Sinergi antara pemerintah, PKK, Posyandu, dan masyarakat menjadi kunci utama. Dengan dukungan yang berkelanjutan, gerakan ini diharapkan mampu menciptakan perubahan perilaku yang positif dan berdampak jangka panjang.
Gerakan Kulkul bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen bersama untuk menjaga Bali tetap bersih, sehat, dan harmonis. Melalui langkah kecil yang dilakukan secara kolektif, cita-cita besar membangun masyarakat Bali yang berdaya dan berbudaya dapat terwujud.
Baca Juga : Upacara Parisudha Jagat Digelar di Tukad Bangkung
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : radarjawa

